<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BNN Archives - Halaman Indonesia</title>
	<atom:link href="https://www.halamanindonesia.com/tag/bnn/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.halamanindonesia.com/tag/bnn/</link>
	<description>Jendela Informasi</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2026 06:42:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://www.halamanindonesia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-cropped-Logo-Halaman-Indonesia-32x32.png</url>
	<title>BNN Archives - Halaman Indonesia</title>
	<link>https://www.halamanindonesia.com/tag/bnn/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Taruna Ikrar Kepala BPOM: Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin Bukti Negara Lindungi Masyarakat</title>
		<link>https://www.halamanindonesia.com/2026/08/12/taruna-ikrar-kepala-bpom-pemusnahan-13-ton-ketamin-bukti-negara-lindungi-masyarakat/</link>
					<comments>https://www.halamanindonesia.com/2026/08/12/taruna-ikrar-kepala-bpom-pemusnahan-13-ton-ketamin-bukti-negara-lindungi-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 06:42:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[BNN]]></category>
		<category><![CDATA[bpom]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Pemusnahan Ketamin]]></category>
		<category><![CDATA[Peredaran Obat Ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[taruna ikrar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.halamanindonesia.com/?p=2801</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM, HALAMANINDONESIA.COM — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. <a class="read-more" href="https://www.halamanindonesia.com/2026/08/12/taruna-ikrar-kepala-bpom-pemusnahan-13-ton-ketamin-bukti-negara-lindungi-masyarakat/" title="Taruna Ikrar Kepala BPOM: Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin Bukti Negara Lindungi Masyarakat" itemprop="url"></a></p>
<p>The post <a href="https://www.halamanindonesia.com/2026/08/12/taruna-ikrar-kepala-bpom-pemusnahan-13-ton-ketamin-bukti-negara-lindungi-masyarakat/">Taruna Ikrar Kepala BPOM: Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin Bukti Negara Lindungi Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://www.halamanindonesia.com">Halaman Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATAM, HALAMANINDONESIA.COM</strong> — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. Dr. Taruna Ikrar, menyaksikan pemusnahan barang bukti 1,3 ton ketamin di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026). Pemusnahan dalam jumlah besar tersebut menjadi penegasan komitmen negara dalam memerangi peredaran ilegal dan penyalahgunaan zat berbahaya sekaligus melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat.</p>
<p>Pemusnahan barang bukti dilakukan secara simbolis menggunakan mobile incinerator Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Prosesi berlangsung sekitar pukul 11.33 hingga 11.55 WIB dan disaksikan jajaran pimpinan kementerian/lembaga, aparat penegak hukum, unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta instansi terkait.</p>
<p>Pemusnahan secara simbolis dilakukan secara bergiliran oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Ketua Komisi I DPR RI, Kepala Staf Angkatan Laut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Kepala BNN, Wakil Kepala BIN, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Wakil Jaksa Agung RI, Wakil Kepala BAIS TNI, serta Gubernur Kepulauan Riau.</p>
<p>Kehadiran Taruna Ikrar dalam kegiatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menghadapi peredaran ilegal dan penyalahgunaan zat berbahaya. Persoalan ini, menurut Taruna, tidak dapat ditangani secara sektoral karena bersinggungan langsung dengan kesehatan masyarakat, penegakan hukum, pengawasan perbatasan, hingga ketahanan nasional.</p>
<p>“Perlindungan masyarakat membutuhkan kolaborasi yang kuat. Negara harus hadir mulai dari pencegahan, pengawasan, penindakan, hingga edukasi agar bahan-bahan yang berisiko disalahgunakan tidak jatuh ke tangan yang salah,” ujar Taruna Ikrar.</p>
<p>Ketamin memiliki manfaat dalam bidang medis dan digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan tertentu dengan tata kelola dan pengawasan yang ketat. Namun, penyalahgunaan serta peredaran ilegalnya dapat menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan. Karena itu, Taruna menekankan pentingnya memastikan bahan yang berpotensi disalahgunakan tetap berada dalam rantai distribusi yang sah dan digunakan sesuai peruntukannya.</p>
<p>Menurut Taruna, pengawasan yang efektif membutuhkan pertukaran informasi, deteksi dini, dan koordinasi antarlembaga. Kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, termasuk keberadaan kawasan perbatasan dan jalur perdagangan internasional seperti Kepulauan Riau, menuntut sistem pengawasan yang semakin terintegrasi dan adaptif menghadapi berbagai modus peredaran ilegal.</p>
<p>Pemusnahan 1,3 ton ketamin tersebut sekaligus menyampaikan pesan tegas bahwa negara tidak memberikan ruang bagi peredaran ilegal dan penyalahgunaan zat yang dapat membahayakan masyarakat. Penindakan, kata Taruna, perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan edukasi, terutama untuk meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai dampak penyalahgunaan zat terhadap kesehatan dan masa depan mereka.</p>
<p>Taruna menegaskan BPOM akan terus memperkuat koordinasi dengan BNN, Polri, TNI, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kejaksaan, serta kementerian dan lembaga terkait dalam menjalankan fungsi pengawasan sesuai kewenangan masing-masing.</p>
<p>“Pemusnahan 1,3 ton ketamin ini bukan semata-mata tentang memusnahkan barang bukti. Ini merupakan pesan kuat bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi kepentingan utama. Sinergi seluruh unsur negara menjadi benteng untuk melindungi generasi bangsa dari penyalahgunaan zat berbahaya,” kata Taruna.</p>
<p>Kegiatan di Batam tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama pemerintah, aparat penegak hukum, dan lembaga pengawas dalam membangun sistem pengawasan yang semakin terintegrasi. Pada saat yang sama, pemusnahan ini menegaskan pentingnya memastikan bahan yang memiliki manfaat medis tetap digunakan secara tepat, aman, bertanggung jawab, dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan ilegal.</p>
<p>The post <a href="https://www.halamanindonesia.com/2026/08/12/taruna-ikrar-kepala-bpom-pemusnahan-13-ton-ketamin-bukti-negara-lindungi-masyarakat/">Taruna Ikrar Kepala BPOM: Pemusnahan 1,3 Ton Ketamin Bukti Negara Lindungi Masyarakat</a> appeared first on <a href="https://www.halamanindonesia.com">Halaman Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.halamanindonesia.com/2026/08/12/taruna-ikrar-kepala-bpom-pemusnahan-13-ton-ketamin-bukti-negara-lindungi-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebaikan Kanda Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama dari Makassar di Mata Dokter Koboi</title>
		<link>https://www.halamanindonesia.com/2026/05/09/kebaikan-kanda-farid-armansyah-dokter-jenderal-pertama-dari-makassar-di-mata-dokter-koboi/</link>
					<comments>https://www.halamanindonesia.com/2026/05/09/kebaikan-kanda-farid-armansyah-dokter-jenderal-pertama-dari-makassar-di-mata-dokter-koboi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 14:36:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Duka]]></category>
		<category><![CDATA[BNN]]></category>
		<category><![CDATA[bpom]]></category>
		<category><![CDATA[Brigjen Farid]]></category>
		<category><![CDATA[Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Koboi]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Farid Armansyah]]></category>
		<category><![CDATA[IDI]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Pusdokkes Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Inspiratif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.halamanindonesia.com/?p=2466</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertemuan pertama dokter koboi dengan Kanda Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Armansyah, <a class="read-more" href="https://www.halamanindonesia.com/2026/05/09/kebaikan-kanda-farid-armansyah-dokter-jenderal-pertama-dari-makassar-di-mata-dokter-koboi/" title="Kebaikan Kanda Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama dari Makassar di Mata Dokter Koboi" itemprop="url"></a></p>
<p>The post <a href="https://www.halamanindonesia.com/2026/05/09/kebaikan-kanda-farid-armansyah-dokter-jenderal-pertama-dari-makassar-di-mata-dokter-koboi/">Kebaikan Kanda Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama dari Makassar di Mata Dokter Koboi</a> appeared first on <a href="https://www.halamanindonesia.com">Halaman Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertemuan pertama dokter koboi dengan Kanda Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Armansyah, Sp.PD, FINASIM terjadi saat beliau menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Bhayangkara. </strong></p>
<p>Kesan pertama yang melekat begitu kuat hingga hari ini adalah sosoknya yang ramah, sederhana, dan sangat bersahaja.</p>
<p>Tidak ada jarak, tidak ada aura kekuasaan. Bahkan, jika tidak mengenakan seragam dinas, orang mungkin tak akan menyangka bahwa beliau adalah seorang dokter polisi.</p>
<p>Keakraban kami mulai tumbuh lebih dekat ketika badai Covid-19 melanda pada tahun 2019. Saat itu saya banyak berinteraksi dengan beliau sebagai Humas IDI Makassar.</p>
<p>Di tengah situasi penuh kepanikan dan ketidakpastian, Kanda Farid justru hadir sebagai pribadi yang menenangkan. Beliau bukan hanya dokter yang cerdas, tetapi juga manusia yang tahu bagaimana menghargai sesama dengan hati.</p>
<p>Komunikasi kami tidak pernah benar-benar terputus, meski beliau kemudian berkarier di Jakarta dan menapaki perjalanan besar hingga pecah bintang. Sebuah kebanggaan bagi masyarakat Makassar, karena Kanda Farid menjadi dokter pertama dari Makassar yang menyandang pangkat Brigadir Jenderal di Korps Kepolisian Republik Indonesia.</p>
<p>Jabatan beliau sebagai Direktur Pascarehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN setelah itu di amanahkan sebagai Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Sespusdokkes) Polri adalah bukti bahwa kerja keras, ketulusan, dan dedikasi akan menemukan jalannya sendiri menuju kehormatan.</p>
<p>Namun bagi dokter koboi, kemuliaan Almarhum bukanlah pada pangkat atau jabatannya. Yang paling membekas adalah kerendahan hatinya. Meski kami berbeda almamater, takdir selalu mempertemukan kami dalam silaturahmi yang hangat.</p>
<p>Dari kak jenderal , belajar banyak hal bukan hanya ilmu kedokteran, tetapi juga tentang kepemimpinan, ketulusan, dan cara memperlakukan manusia dengan hormat tanpa memandang posisi.</p>
<p>Pertemuan terakhir kami terjadi di Kantor BPOM pada 8 April 2026. Saat itu beliau datang membawa undangan pernikahan ananda tercintanya untuk kak Prof. Dr. Taruna Ikrar, Kepala BPOM RI. Seperti biasa, suasana penuh canda dan kehangatan.</p>
<p>“Kak jenderal kenapa kelihatan lelah ki?” tanya saya.</p>
<p>Beliau tersenyum ringan.<br />
“Persiapan nikahan anak, dinda…”</p>
<p>Saya lalu berkata sambil bercanda, “Saya siapkan kopi terenak se-Asia Tenggara.”</p>
<p>Setelah menyeruput kopi itu, beliau tertawa kecil lalu berkata, “Betul dinda… ini memang kopi terenak se-Asia Tenggara.”</p>
<p>Kami tertawa lepas sore itu. Tidak ada firasat apa pun. Tidak ada yang menyangka bahwa itulah pertemuan fisik terakhir kami.</p>
<p>Percakapan terakhir kami terjadi Kamis 7 Mei 2026. Saat itu beliau menghubungi hanya sekedar memberi kabar sekaligus canda penuh tawa</p>
<p>“Bagaimana dinda, di mana ini?” tanya beliau.</p>
<p>Saya menjawab, “Maaf kak jenderal, ini siap balik dari kantor mau ke Makassar besok, mau selesaikan dulu kuliah S3 di Kedokteran Unhas, nanti hadirki nah kak kalau ada waktu ta.”</p>
<p>Beliau lalu berkata dengan suara hangat yang selalu menenangkan:<br />
“Siaaap… Insya Allah dinda. Kalau Allah berkehendak, semua dimudahkan. Dinda orang baik, pasti banyak yang doakan ki.” Saya hanya bisa tersenyum haru mendengarnya dari balik telepon.</p>
<p>“Kak jenderal ini memang suka menggolla (memuji)… tapi saya sangat suka dan tersanjung didoakan senior berhati baik seperti ta. Itu berkah besar buat saya…” sambil ketawa dibalik telpon masing masing.</p>
<p>Dan ternyata… itulah percakapan terakhir kami <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f62d.png" alt="😭" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f62d.png" alt="😭" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p>Pagi hari ini , saat membuka WhatsApp, membaca pesan dari Kak Prof. Taruna Ikrar Kepala BPOM RI .</p>
<p>“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…”<br />
Di bawahnya ada foto Kanda Brigjen Farid Armansyah&#8230;Saya terpaku. Tidak percaya diam terpana. Mata ini berkali-kali usap, berharap pesan yang terbaca itu salah. Rasanya mustahil, karena baru kemarin kami masih bercanda dan tertawa bersama. Namun Allah lebih mencintainya.</p>
<p>Senior yang rendah hati, low profile, suka menolong, dan selalu membuat orang lain merasa dihargai itu kini telah dipanggil pulang ke istana keabadian-Nya.</p>
<p>Kanda Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Armansyah, Sp.PD, FINASIM wafat pada Sabtu, 8 Mei 2026 pukul 02.30 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.</p>
<p>Terima kasih atas semua kebaikan ta, Kak Jenderal, atas ilmu kehidupan, keteladanan, dan doa-doa baik ta untuk kami yang masih berjalan di dunia yang sementara ini.</p>
<p>Al-Fatihah mengiringi tidur panjang ta.<br />
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah ta, melapangkan kubur ta, dan menempatkan ta di tempat terbaik di sisi-Nya.</p>
<p>Selamat duluan ke alam ke abadian, Kak Jenderal.Orang baik seperti ta tidak pernah benar-benar pergi, akan selalu ada di hati .</p>
<p>Berduka Mendalam</p>
<p>Dokter Koboi<br />
Makassar , sabtu 9 mei 2026<br />
Pukul 22.00 Wita</p>
<p>The post <a href="https://www.halamanindonesia.com/2026/05/09/kebaikan-kanda-farid-armansyah-dokter-jenderal-pertama-dari-makassar-di-mata-dokter-koboi/">Kebaikan Kanda Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama dari Makassar di Mata Dokter Koboi</a> appeared first on <a href="https://www.halamanindonesia.com">Halaman Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.halamanindonesia.com/2026/05/09/kebaikan-kanda-farid-armansyah-dokter-jenderal-pertama-dari-makassar-di-mata-dokter-koboi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 22/74 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching 3/24 queries in 0.041 seconds using Redis

Served from: www.halamanindonesia.com @ 2026-09-27 14:26:06 by W3 Total Cache
-->