STIE Indonesia Makassar Wisuda 110 Lulusan: Perkuat Karakter dan Kompetensi di Tengah Transformasi Digital

MAKASSAR, HALAMANINDONESIA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE) Makassar menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-38, meluluskan total 110 sarjana dari Program Studi Manajemen dan Akuntansi.

Acara ini menandai tonggak penting di usia kampus yang telah menginjak 49 tahun, sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berintegritas dan siap menghadapi perubahan global.

Penerima KIP Kuliah Dominasi Lulusan

Ketua STIE Indonesia Makassar, Dr. Ilham Z. Salle, SE, M.Si, Ak, dalam sambutannya mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultan Batara dalam menyalurkan bantuan sosial pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“Dari total 82 wisudawan Program Studi Manajemen dan 28 wisudawan Program Studi Akuntansi, sebagian besar dari mereka adalah penerima bantuan sosial pendidikan KIP Kuliah,” ujar Dr. Ilham. Beliau juga menyebutkan bahwa tujuh wisudawan lulus melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Dr. Ilham menegaskan upaya kampus untuk menghasilkan lulusan berkualitas dengan menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sejak Semester Genap Tahun Akademik 2023/2024. “Lulusan pada hari ini selain menerima ijazah, juga akan menerima Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang memuat prestasi dan kompetensi mereka,” tambahnya.

Lebih dari sekadar transfer ilmu, STIE Indonesia Makassar juga membekali mahasiswa dengan pendidikan “Character Building” sejak tahun akademik 2020-2021. Hal ini bertujuan membentuk karakter dan watak peserta didik agar memiliki budi pekerti luhur serta etika yang santun dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Pendidikan sebagai Harapan di Tengah Ketidakpastian

Orasi Ilmiah dibawakan oleh Dosen Universitas Negeri Semarang, Andryan Setyadharma, SE, M.Si, PhD. Ia menekankan bahwa wisuda adalah simbol dari ketekunan dan komitmen untuk terus belajar, serta menempatkan pendidikan sebagai jembatan paling kokoh menuju kesejahteraan.

“Pendidikan adalah harapan. Ia bukan sekadar ruang kelas, melainkan kekuatan yang mampu mengubah arah hidup seseorang,” kata Andryan.

Ia juga menyampaikan pesan inspiratif mengenai kegagalan. Mengambil contoh pengalamannya sendiri yang gagal berkali-kali dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), ia menyimpulkan bahwa Tuhan memiliki rencana yang lebih baik.

“Apa yang harus Anda lakukan ketika kegagalan terus terjadi? Tetaplah kuat dan tetap berpikiran positif. Gunakan waktu di sela mencari pekerjaan dengan menambah kompetensi, tingkatkan Bahasa Inggris, dan ikuti sertifikasi gratis untuk meningkatkan daya jual Anda,” pesannya kepada para wisudawan.

Andryan menekankan bahwa di era transformasi cepat seperti digitalisasi dan Kecerdasan Buatan (AI), gelar sarjana adalah modal intelektual yang harus terus ditumbuhkan melalui lifelong learning (pembelajaran seumur hidup).

Empat pesan penting disampaikannya sebagai penutup:

  1. Jadilah generasi yang memberi manfaat.

  2. Jangan takut bermimpi besar, tapi jangan takut memulai dari hal kecil.

  3. Jagalah integritas sebagai kompas moral.

  4. Jagalah nama baik almamater.

LLDIKTI IX Dorong Inovasi dan Kontribusi Daerah

Koordinator Sumber Daya Perguruan Tinggi (SDPT) LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Ichsan Kasnul Faraby, S.Sos, M.Si, mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah IX, turut hadir dan memberikan sambutan.

Dr. Ichsan menyampaikan apresiasi tinggi dan menyoroti pentingnya kemampuan beradaptasi dan inovasi bagi para lulusan di tengah pesatnya perubahan teknologi. “Dunia saat ini membutuhkan lebih dari sekadar nilai tinggi. Kalian, para wisudawan, harus mampu menjadi agen perubahan dan pelopor inovasi,” tegasnya.

Beliau juga menegaskan komitmen LLDIKTI Wilayah IX untuk terus mendukung sinergi antara kampus dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui program MBKM, demi menghasilkan SDM yang unggul dan kompetitif.

Di akhir sambutannya, Dr. Ichsan berpesan agar para lulusan STIE Indonesia Makassar tidak melupakan peran mereka dalam pembangunan daerah, mengajak mereka untuk berkontribusi aktif memajukan wilayah melalui keahlian masing-masing.

Acara wisuda ini juga menjadi momentum bagi STIE Indonesia Makassar untuk mengumumkan capaian akreditasi Program Studi Manajemen yang telah meraih peringkat Baik Sekali dari LAMEMBA. Program Studi Akuntansi pun kini tengah mempersiapkan proses reakreditasi pada awal tahun 2026.