JAKARTA, HALAMANINDONESIA.COM – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, memberikan apresiasi kepada Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, atas komitmennya menjaga keamanan dan mutu obat serta pangan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Apresiasi tersebut disampaikan saat pertemuan di Masjid Istiqlal, yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kebangsaan. Kedua tokoh asal Sulawesi Selatan itu juga berdiskusi terkait penguatan perlindungan konsumen di momen keagamaan.
Menurut Nasaruddin Umar, ketersediaan obat dan pangan yang aman sangat berpengaruh terhadap kenyamanan ibadah umat Islam. Karena itu, ia menilai langkah BPOM selama Ramadan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Jika obat dan pangan terjaga keamanannya, maka ibadah menjadi lebih nyaman. Umat dapat menjalankan puasa hingga merayakan Idulfitri dengan tenang,” ujarnya.
Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa hasil pengamatan hilal mengarah pada potensi penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Ia pun mengajak umat Islam menyambut hari kemenangan dengan penuh kebahagiaan dan kebersamaan.
Sementara itu, Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM terus hadir sebagai representasi negara dalam memberikan perlindungan maksimal. Terlebih, konsumsi masyarakat meningkat signifikan selama Ramadan dan Idulfitri.
“Kami memastikan masyarakat memperoleh obat dan makanan yang aman, bermutu, serta terjangkau di seluruh wilayah Indonesia,” tegasnya.
Untuk itu, BPOM mengintensifkan pengawasan secara nasional. Langkah tersebut mencakup pengawasan pre-market melalui evaluasi dan registrasi produk, serta post-market lewat sampling, pengujian laboratorium, dan pengawasan distribusi.
Selain itu, BPOM memperkuat kolaborasi dengan kementerian, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum. Sinergi ini penting untuk memastikan pengawasan berjalan efektif, termasuk di wilayah perbatasan.
Di sisi lain, Taruna Ikrar mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip “Cek KLIK” (Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri secara aman, sehat, dan nyaman. Upaya ini sekaligus mendukung penguatan ketahanan kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
