DONGGALA HALAMANINDONESIA.COM — Bank Sampah Sintuvu di Desa Lalombi, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mulai memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sampah rumah tangga yang dikumpulkan warga kini bisa menjadi tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga biaya berobat.
Asnar, salah seorang nasabah, mengaku terbantu saat membutuhkan biaya pengobatan. Sementara Saena menggunakan tabungan sampah untuk membeli beras dan kebutuhan dapur. Adapun Misnawati memanfaatkan tabungannya untuk membantu persiapan anak mengikuti lomba peringatan HUT Kemerdekaan.
“Dengan adanya bank sampah ini saya terbantukan saat membutuhkan dana darurat. Kemarin saat saya sakit dan uang untuk berobat kurang, saya bisa menarik tabungan di bank sampah untuk digunakan berobat,” tutur Asnar, Sabtu (10/10/2026).
Nasabah Bertambah, Sampah Terkumpul 1,15 Ton
Bank Sampah Sintuvu dikembangkan melalui Program SOLUSI oleh Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia bersama Yayasan Bonebula, mitra Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI).
Project Officer YKL Indonesia, Munifar Salim, mengatakan pendampingan tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah dan memperkuat kemampuan kelompok pengelola.
Hasilnya, jumlah nasabah meningkat dari 16 menjadi 31 orang. Pada periode Juli hingga September 2026, kelompok ini mengumpulkan 1.145,10 kilogram atau sekitar 1,15 ton sampah.
Menurut Munifar, penguatan administrasi, operasional, dan pengelolaan keuangan menjadi bagian penting agar bank sampah dapat berjalan mandiri.
Dorong Lingkungan Bersih dan Ekonomi Warga
Sekretaris Bank Sampah Sintuvu, Lilian, mengaku keterlibatannya mengubah pandangan terhadap sampah. Ia kini melihat sampah yang dipilah dengan benar masih memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.
“Awalnya saya berpikir, sampah hanyalah sampah. Tapi setelah menjadi bagian dari Bank Sampah Sintuvu, saya belajar bahwa di balik sampah yang sering kita anggap tidak berguna, ternyata ada nilai, ada manfaat, bahkan ada harapan,” ungkapnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Lalombi. Kepala Desa Lalombi, Arus Sidora, menyatakan pemerintah desa siap memperkuat kelompok melalui kebijakan agar kegiatan tersebut berkelanjutan.
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Donggala turut mengapresiasi inisiatif ini dan berharap Bank Sampah Sintuvu dapat menjadi contoh bagi desa lain.
Melalui Program SOLUSI, pengembangan bank sampah diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keterlibatan warga dan tata kelola yang baik menjadi kunci agar inisiatif ini terus berkembang.
