Kemampuan Pas-Pasan? “Nggak Akan Mulai-Mulai!” Kelakar Kristo Emanuel Sukses Bakar Semangat 4500 Mahasiswa Unhas

MAKASSAR, HALAMANINDONESIA.COM — Kristo Emanuel, sosok yang dikenal karena kejujuran dan karyanya, berhasil membius lebih dari 4500 mahasiswa dalam acara Generasi Campus Roadshow Makassar yang memadati JK Arenatorium Universitas Hasanuddin, Selasa (4/11/2025).

Dengan gaya bicara santai dan penuh tawa, Kristo justru menggunakan keterbatasannya sebagai pesan kunci: Passion sesungguhnya lahir bukan dari bakat, melainkan dari keberanian untuk terus mencoba.

“Gua suka basket tapi nggak jago basket. Gua suka film tapi dulu nggak tahu kalau ada yang namanya sutradara, makanya gue mau jadi sutradara,” kelakar Kristo yang disambut tawa riuh.

Pesan yang dalam tersembunyi di balik nada ringannya. Kristo menekankan bahwa membatasi diri karena merasa “pas-pasan” adalah hambatan terbesar. Baginya, menunggu jago dulu sebelum memulai adalah resep pasti untuk tidak pernah memulai sama sekali.

“Kalau kita nunggu jago dulu baru mulai, ya nggak akan mulai-mulai,” ujarnya ringan.

Passion: Bukan Soal Bakat, Tapi Keberanian Melangkah

Menceritakan kisah cintanya pada film yang telah tumbuh sejak usia empat tahun, Kristo menggambarkan film bukan hanya sekadar tontonan, melainkan cara ia memahami kehidupan. Ia mengakui kemampuannya mungkin belum sempurna, namun hal itu justru mendorongnya untuk terus belajar, menonton lebih banyak, dan membuat karya-karya kecil.

Bagi Kristo, passion adalah energi yang tak pernah padam, bahan bakar untuk bertumbuh, bahkan ketika jalannya tidak mudah. “Selama masih suka, selama masih penasaran, berarti gua belum selesai,” katanya sambil tersenyum. Pesan intinya jelas: cinta sejati pada sesuatu adalah tentang keberanian untuk terus melangkah di jalan yang dicintai.

Tiga Pelajaran Penting dari Keterbatasan

Di panggung Creativity on Stage, Kristo membagikan tiga pelajaran kunci yang ia dapatkan sepanjang kariernya:

  1. Mengatasi Kemampuan yang Pas-Pasan: Ia menjadikan keterbatasan sebagai motivasi untuk mencari “turunan” dari hal yang disukai—dari menulis, videografi, hingga akting. Ia meyakini, dunia kreatif punya banyak pintu masuk.
  2. Mencobain Hal Baru: Pengalamannya menjajal stand up comedy mengajarkan ia cara menulis yang jujur dan ringan, sebuah kemampuan yang kini sangat berguna saat ia menulis filmnya sendiri.
  3. Tambah Teman: “Gua merasa itu penting banget,” ujar Kristo. Ia menekankan bahwa hubungan baik adalah jaringan penting untuk saling bantu, belajar, dan menyemangati dalam perjalanan kreatif.

Menutup sesi yang penuh inspirasi, Kristo Emanuel berpesan agar para mahasiswa tak takut mencari dan mengejar passion mereka sendiri. “Semoga kalian bisa nemuin dan ngejar hal yang bikin kalian hidup,” pungkasnya, meninggalkan pesan sederhana namun berbobot bagi ribuan mahasiswa yang kini terinspirasi untuk berani memulai.

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *