HALAMANINDONESIA.COM – Tim Peneliti Universitas AI-azhar Indonesia (UAI) menciptakan aplikasi pembelajaran untuk siswa dan orang tua yang disebut SIPPKOM (Sistem Informasi Perangkat Pembelajaran dan Komunikasi Orang Tua Murid). Sistem ini dibuat sebagai kontribusi untuk mengatasi masalah pembelajaran berbasis online menyusul pandemi COVID-19.
“SIPPKOM ditampikan sebagai sebuah aplikasi yang menjembantani relasi tri sentra pendidikan, yaitu orang tua-siswa, sekolah, dan masyarakat. Orang tua dapat berkomunikasi dengan guru, kepala sekolah, guru BK dan staf TU untuk kepentingan pembelajaran jarak jauh, atau keperluan lain yang mereka butuhkan dalam memaksimalkan dukungan untuk pembelajaran siswa,” jelas ketua tim peneliti, Rohita, di Jakarta, Kamis (23/12/21).
Menurut Rohita, melalui aplikasi ini, orang tua juga dapat memantau materi dan tugas-tugas pembelajaran. Selain itu, perangkat ini juga memberikan fasilitas tambahan bagi orang tua atau siswa untuk menceritakan masalah yang mereka hadapi dalam kegiatan rutin mereka.
“Boleh jadi orang tua kepayahan dan kebingungan mengatur waktu dan rutinitas mereka yang bertumpuk karena ada tugas tambahan sebagai semacam asisten guru,” ujarnya.
Senada, anggota tim peneliti, Dody Haryadi mengatakan bahwa SIPPKOM juga memuat fitur yang di dalamnya berisi layanan pendampingan bagi keluarga, mulai dari bagaimana mencukupi gizi di tengah keterbatasan finansial, manajemen keuangan keluarga, hingga bagaimana mendapatkan bantuan hukum jika terjadi masalah.
“Sesuai dengan namanya, SIPPKOM juga melayani beragam konsultasi Orang tua dan siswa terkait pembelajaran dan problematika keluarga. Mereka akan dilayani oleh konselor dan ahli dari UAI,” bebernya.
Rohita menjelaskan bahwa Aplikasi SIPPKOM ini adalah hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang didanai dari hibah PPM (Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) Kemendikbudristek.
“Kami bersyukur dengan dukungan Kemendikbudristek, sehingga aplikasi ini tercipta. Kami yakin bahwa SIPKOMM tidak hanya memberikan kemudahan dalam administrasi pembelajaran. Bahkan, fitur-fitur yang terdapat dalam SIPPKOM juga sangat mudah untuk dijalankan sehingga kepala sekolah, guru, orang tua atau wali murid benar-benar sangat terbantu,” ungkapnya.
Untuk mengenalkan aplikasi baru ini, tim sudah mengundang sejumlah sekolah di tingkat TK, SD, SMP, SMA beserta orangtua murid di lingkungan suku dinas wilayah 1 (Jakarta Selatan) dan wilayah 2 (Jakarta Pusat) untuk mengikuti pelatihan penggunaan SIPPKOM pada 16 Desember lalu.
“Supaya lebih jelas, kami lakukan secara luring dengan protokol kesehatan yang ketat di auditorium Universitas Al Azhar Indonesia, yang dihadiri tak kurang dari 35 orang, yang terdiri dari 8 kepala sekolah, 12 guru, 3 orang tua atau wali murid, 2 wakil dari TK, 1 wakil dari SD, 1 wakil dari SMP, 5 wakil dari SMA dan SMK,” jelasnya.
Tim peniliti dari program Pengabdian Masyarakat UAI Berbagi untuk Negeri sendiri terdiri atas tujuh orang: Rohita, Dody Haryadi, Nila Fitria, Zaqiatul Mardiah, Lusi Lian Piantari, Tri Budianingsih, dan Yoedo Sembodo. Mereka berharap temuan ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.

