MAKASSAR, HALMANINDONESIA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Indonesia Makassar kembali mengukuhkan 110 wisudawan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-38 yang berlangsung khidmat di Hotel MaxOne, Makassar, Rabu (19/11/2025). Acara ini menjadi momentum penting bagi sinergi antara kualitas akademik, pembangunan karakter, dan kesiapan kerja di era digital.
Hadir mewakili Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Koordinator Sumber Daya Perguruan Tinggi (SDPT), Dr. Ichsan Kasnul Faraby, S.Sos, M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi STIE Indonesia Makassar dalam melahirkan lulusan berkualitas.
Dalam sambutannya, Dr. Ichsan mengingatkan para wisudawan bahwa gelar sarjana bukanlah garis finis, melainkan gerbang awal menuju tantangan nyata. Ia menekankan pentingnya adaptabilitas di tengah dinamika pasar kerja global pascapandemi.
“Dunia saat ini membutuhkan lebih dari sekadar nilai tinggi. Kalian harus mampu menjadi agen perubahan dan pelopor inovasi,” tegas Dr. Ichsan.
Ia juga mendorong lulusan untuk tidak hanya berorientasi mencari kerja, tetapi juga menciptakan peluang melalui penguasaan soft skills seperti kreativitas dan kolaborasi. LLDIKTI Wilayah IX, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung sinergi antara kampus dan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) agar lulusan memiliki relevansi kuat dengan kebutuhan industri.
Sementara itu, Ketua STIE Indonesia Makassar, Dr. Ilham Z. Salle, SE, M.Si, Ak., dalam laporannya merinci bahwa 110 wisudawan tersebut terdiri dari 82 lulusan Program Studi Manajemen dan 28 lulusan Program Studi Akuntansi. Menariknya, tujuh di antaranya merupakan lulusan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
“Alhamdulillah, sebagian besar wisudawan ini adalah penerima bantuan sosial pendidikan KIP Kuliah. Kami menghaturkan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah IX atas kepercayaannya menyalurkan bantuan tersebut kepada mahasiswa kami,” ujar Dr. Ilham.
Dr. Ilham menegaskan bahwa lulusan STIE Indonesia Makassar tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang merekam jejak kompetensi dan prestasi mereka. Selain itu, sejak tahun akademik 2020-2021, kampus ini telah menerapkan pendidikan character building.
“Dunia pendidikan bukan sekadar transfer ilmu. Kami ingin lulusan STIE Indonesia Makassar memiliki pribadi yang berbudi pekerti luhur, santun dalam etika, dan siap bekerja secara profesional dengan integritas tinggi,” tambahnya.
Di usianya yang ke-49 tahun, STIE Indonesia Makassar terus menorehkan prestasi. Prodi Manajemen telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dari LAMEMBA, sementara Prodi Akuntansi tengah mempersiapkan reakreditasi pada awal 2026.
Di bidang penelitian, dosen STIE Indonesia Makassar berhasil meraih dua hibah penelitian fundamental dari Dikti, hasil kolaborasi dengan Universitas Merdeka Malang dan Universitas Hasanuddin. Luaran penelitian tersebut telah dipublikasikan di jurnal internasional, dibukukan, serta mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Kualitas SDM dosen juga terus kami tingkatkan. Saat ini terdapat empat dosen yang berhasil lulus Sertifikasi Dosen (Serdos),” jelas Dr. Ilham.
Menutup acara, Dr. Ilham berpesan kepada para wisudawan untuk segera mengabdi dan menjaga nama baik almamater. “Wajah kalian hari ini adalah wajah optimisme. Buktikan kepada masyarakat bahwa kalian hadir untuk berkarya secara profesional,” pungkasnya.
Acara wisuda ini turut dihadiri oleh jajaran senat, mitra kerjasama dari berbagai universitas dan perusahaan, serta keluarga wisudawan.

