MAKASSAR, HALAMANINDONESIA.COM — Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIE) Makassar menggelar upacara wisuda pada Rabu, 19 November 2025. Momen sakral ini dihiasi oleh Orasi Ilmiah yang menggugah, disampaikan oleh Andryan Setyadharma, SE., M.Si., PhD. Dalam pidatonya, Dr. Andryan menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai pencapaian akademik, melainkan sebagai investasi jangka panjang dan kekuatan untuk memperbesar kemungkinan hidup sejahtera.
Pendidikan: Jembatan Kokoh Menuju Kesejahteraan
Dr. Andryan menggarisbawahi pentingnya pendidikan di tengah tantangan sosial. Ia menceritakan hasil penelitiannya, di mana seorang ayah mempertanyakan nilai gelar sarjana karena melihat tetangganya yang berpendidikan tinggi namun menganggur.
Menanggapi skeptisisme ini, Dr. Andryan memberikan perspektif yang tajam: “Memang pendidikan tidak menjamin seseorang pasti akan hidup layak… Tapi saya percaya bahwa pendidikan dapat memperbesar kemungkinan seseorang dapat hidup layak. Pendidikan adalah harapan. Ia bukan sekadar ruang kelas atau angka nilai, melainkan kekuatan yang mampu mengubah arah hidup seseorang.”
Ia menegaskan bahwa wisuda adalah simbol dari keberanian untuk bermimpi, ketekunan untuk bertahan, dan upaya nyata para lulusan untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Kegagalan Adalah Bagian dari ‘Rencana Tuhan’ yang Lebih Besar
Bagian paling menyentuh dari orasi ini adalah pesan mengenai penerimaan kegagalan dan ketidakpastian masa depan. Dr. Andryan membagikan dua kisah pribadi dan inspiratif:
-
Kisah Guru Astronot (Challenger): Ia menceritakan kisah seorang guru di AS yang sangat ingin menjadi astronot namun gagal terpilih sebagai awak pesawat ulang alik Challenger. Tujuh puluh tiga detik setelah lepas landas, pesawat itu meledak. Guru tersebut bersyukur karena kegagalannya menyelamatkan nyawanya.
-
Kisah Pribadi: Dr. Andryan juga berbagi pengalamannya sendiri saat gagal berulang kali dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah lulus sarjana.
“Saya saat itu juga kecewa, sedih dan frustrasi. Namun setelah sekian lama, saya menyadari bahwa Tuhan punya rencana lain untuk saya… Kegagalan tersebut membuat saya menjadi diri saya saat ini. Saya bersyukur pada Tuhan karena tidak semua doa saya dikabulkan.”
Pesan ini menjadi penekanan kuat bagi para wisudawan agar tetap kuat dan berpikiran positif di tengah penolakan saat mencari pekerjaan.
Tingkatkan Kompetensi dan Jaga Integritas
Menyikapi era transformasi cepat—digitalisasi, AI, dan dinamika global—Dr. Andryan menekankan bahwa gelar sarjana hanyalah modal awal. Ia mendorong para lulusan untuk memandang kelulusan sebagai gerbang awal perjalanan intelektual sesungguhnya.
Saran Kunci Bagi Para Wisudawan:
-
Lifelong Learning: Jadikan belajar seumur hidup sebagai kebutuhan.
-
Tingkatkan Daya Jual: Gunakan waktu luang mencari pekerjaan untuk menambah kompetensi, seperti meningkatkan Bahasa Inggris dan mengikuti sertifikasi gratis internasional.
-
Fokus pada Pemecahan Masalah: Dunia mencari individu yang mampu memecahkan masalah, berkolaborasi, dan memimpin perubahan, bukan sekadar menjawab soal.
Orasi ditutup dengan Empat Pesan Penting yang harus dipegang teguh oleh alumni:
-
Jadilah generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan, tetapi memberi manfaat.
-
Jangan takut bermimpi besar, tapi mulailah dari hal kecil.
-
Jagalah integritas sebagai kompas moral.
-
Jagalah nama baik almamater dengan menunjukkan profesionalisme dan etika kerja.
Dr. Andryan menutup orasinya dengan harapan agar ilmu yang diperoleh para wisudawan menjadi cahaya yang menerangi jalan masa depan.
Ketua STIE Indonesia Makassar, Dr. Ilham Z. Salle, SE, M.Si, Ak. Dalam sambutannya, Dr. Ilham melaporkan bahwa pada Wisuda ke-38 ini, STIE Indonesia Makassar melepas 110 wisudawan, terdiri dari 82 orang dari Program Studi Manajemen dan 28 orang dari Program Studi Akuntansi.
Yang membanggakan, sebagian besar wisudawan adalah penerima bantuan sosial pendidikan KIP Kuliah, sebuah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk berprestasi.
“Dunia pendidikan tidak hanya sebatas transfer ilmu. Ada hal lain yang lebih utama, yaitu mengubah karakter,” tegas Dr. Ilham.
Sejak tahun akademik 2020-2021, kampus yang kini berusia 49 tahun ini telah menerapkan pendidikan Character Building. Tujuannya jelas: melahirkan sarjana yang tidak hanya cerdas secara intelektual (memiliki SKPI dan kompetensi sesuai standar nasional), tetapi juga santun dan berbudi pekerti luhur.
Wisuda kali ini juga menjadi tonggak pencapaian institusi. Prodi Manajemen telah meraih akreditasi “Baik Sekali” dari LAM EMBA, dan Prodi Akuntansi tengah bersiap untuk reakreditasi di awal 2026. Dengan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), para lulusan diharapkan siap menghadapi era disrupsi digital dan AI.
Menutup acara, pesan Andryan kembali bergema sebagai pengingat terakhir sebelum para wisudawan melangkah keluar gedung sebagai alumni: “Jadilah generasi yang tidak hanya mengejar kesuksesan, tetapi juga memberi manfaat. Gelar sarjana bukan hanya simbol kecerdasan, tetapi amanah untuk menjaga integritas.”
Hari ini, STIE Indonesia Makassar tidak hanya melahirkan pencari kerja, tetapi para petarung kehidupan yang siap menerima kegagalan sebagai bagian dari rencana besar Tuhan, dan menjadikan integritas sebagai kompas masa depan.

