BANDUNG, HALAMANINDONESIA.COM — PT Len Industri (Persero) terus mendorong inovasi teknologi untuk menjawab tantangan pertahanan dan keamanan nasional yang semakin kompleks. Perusahaan pelat merah ini fokus mengembangkan dan mengintegrasikan teknologi elektronika pertahanan modern.
Len menempatkan teknologi sebagai penggerak utama untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mobilitas, dan efektivitas operasi militer. Pendekatan ini diterapkan secara terukur, adaptif, dan berorientasi pada kemandirian industri pertahanan nasional.
Fokus Interoperabilitas Alutsista Lintas Matra
Len aktif mengembangkan kapabilitas interoperabilitas alutsista yang menghubungkan platform darat, laut, dan udara dalam satu sistem operasi terpadu. Melalui penguasaan teknologi C4ISR, sistem komando dan kendali, serta komunikasi militer terenkripsi, Len memastikan setiap sistem dapat saling terhubung.
Selain itu, Len juga mengembangkan combat management system dan tactical data link. Teknologi tersebut memungkinkan pertukaran data secara real-time, aman, dan andal antar satuan dan matra.
Kembangkan UAV dan Motor Listrik Taktis
Senior General Manager Corporate Secretary PT Len Industri, Dewanda Dwi Putera, menyatakan Len terus mengembangkan teknologi pendukung operasi militer. Salah satunya adalah motor listrik taktis (SPRINT) yang mendukung mobilitas senyap dan efisien di medan operasi.
Len juga mengembangkan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk misi pengintaian, pengawasan, dan pendukung pengambilan keputusan taktis. Seluruh teknologi tersebut dirancang terintegrasi dalam ekosistem pertahanan nasional.
“Len mungkin tidak selalu terlihat di permukaan produk, tetapi perannya sangat menentukan. Kami memastikan setiap sistem dapat saling terhubung dan bekerja optimal,” ujar Dewanda, Kamis (18/12/2025).
Sejalan dengan Program ASTA CITA
Senior Vice President Business Development & Global Partnership PT Len Industri, Sena Maulana, menegaskan kontribusi Len sejalan dengan Program ASTA CITA pemerintah. Fokus utama program ini mencakup penguatan industri strategis, transformasi teknologi, serta ketahanan nasional.
Menurut Sena, inovasi yang dikembangkan Len tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek. Perusahaan juga membangun fondasi teknologi jangka panjang yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Ia menambahkan, penguatan komponen utama pertahanan menjadi salah satu prioritas Presiden RI Prabowo Subianto. Menjawab arah kebijakan tersebut, Len menetapkan ASTA CITA Len sebagai pedoman strategis perusahaan.
“ASTA CITA Len kami arahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi pertahanan, meningkatkan kapabilitas industri nasional, serta membangun SDM unggul di bidang sains dan teknologi,” tutup Sena.
