MASAMBA, HALAMANINDONESIA.COM — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menandai puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 dengan capaian strategis. Selain memperkuat konektivitas wilayah, pemerintah juga mencatat penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Momentum ini sekaligus menunjukkan percepatan pembangunan di wilayah yang sebelumnya menghadapi tantangan geografis.
Pada puncak perayaan, penerbangan perdana rute Makassar–Masamba resmi diluncurkan. Maskapai Fly Jaya Airlines mengoperasikan pesawat ATR 72-500 dengan kapasitas penumpang lebih besar. Pesawat tersebut mendarat di Bandara Andi Djemma dan menjadi tonggak baru bagi konektivitas udara di kawasan Luwu Raya.
Bupati Luwu Utara menegaskan bahwa kehadiran penerbangan ini menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang cepat dan efisien. Ia menilai konektivitas udara akan mempercepat distribusi barang, mobilitas warga, serta membuka peluang ekonomi baru. “Penerbangan ini merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah berperan mengarahkan, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama pembangunan,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah mencatat penurunan angka kemiskinan dari 12,66 persen pada 2024 menjadi 11,8 persen pada awal 2026. Dengan capaian tersebut, Luwu Utara masuk dalam daerah dengan laju penurunan kemiskinan tercepat di wilayah Luwu Raya.
Pemerintah mendorong capaian ini melalui kebijakan hilirisasi sektor pertanian dan penguatan ekonomi berbasis digital. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur jalan di wilayah terpencil seperti Seko dan Rampi berhasil menekan biaya logistik. Dampaknya, daya beli masyarakat meningkat dan aktivitas ekonomi tumbuh lebih merata.
Selanjutnya, sinergi antara konektivitas udara dan penguatan ekonomi mikro diproyeksikan menarik investasi baru. Investor kini dapat menjangkau potensi komoditas unggulan seperti kakao, kelapa sawit, kentang, dan padi dengan lebih mudah. Selain itu, pemerintah juga mulai mengembangkan sektor wisata kebugaran sebagai alternatif sumber pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Sulawesi Selatan dijadwalkan hadir meresmikan penerbangan perdana tersebut. Ia menilai kebijakan subsidi penerbangan menjadi langkah inovatif yang dapat menjadi contoh bagi daerah lain, khususnya di Indonesia Timur.
Dengan demikian, perayaan HUT ke-27 tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Sebaliknya, momentum ini memperlihatkan arah pembangunan Luwu Utara yang semakin terukur. Kehadiran penerbangan ATR serta penurunan angka kemiskinan menjadi indikator bahwa daerah ini terus bergerak menuju pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.






