GOWA, HALAMANINDONESIA.COM – Program SEHATI (Sejahtera, Harmonis, Aman, Tentram, dan Penuh Kasih) digelar di SMAN 9 Gowa, Senin (5/5/2026), dengan melibatkan sekitar 600 siswa perwakilan SMA/sederajat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan anak sekaligus membangun karakter remaja di Sulawesi Selatan.
Program tersebut merupakan kolaborasi Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan bersama Dinas Pendidikan dengan mengusung tema “Menyamai Harapan, Membebaskan Pikiran dari Lingkaran Kekerasan, dan Menghadirkan Fokus di Setiap Langkah.”
Melalui kegiatan ini, TP PKK Sulsel dan Dinas Pendidikan mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan suportif bagi tumbuh kembang remaja.
Kegiatan diawali dengan talkshow edukatif yang membahas berbagai isu penting bagi remaja dan orang tua. Materi yang disampaikan meliputi keberanian melaporkan kekerasan, pencegahan perkawinan anak, dampak terhadap kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga bahaya penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, peserta juga mendapatkan kajian Islami tentang pentingnya menjaga keutuhan keluarga, membangun adab, serta memperkuat karakter remaja sebagai fondasi generasi muda yang sehat secara sosial dan emosional.
Panitia mengemas kegiatan dengan konsep fun learning yang interaktif. Karena itu, kegiatan tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga orang tua, tenaga pendidik, guru Bimbingan Konseling (BK), dan anggota Pokja I TP PKK.
Program SEHATI bertujuan meningkatkan kesadaran bersama dalam mendeteksi dini perilaku berisiko pada anak dan remaja. Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain pergaulan negatif, penyalahgunaan teknologi, hingga persoalan kesehatan mental.
Melalui pendekatan edukatif dan komunikatif, peserta diajak memahami tanda-tanda perubahan perilaku remaja serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan secara kolaboratif antara sekolah dan keluarga.
Selain itu, penguatan literasi digital dan komunikasi dalam keluarga juga menjadi fokus penting dalam menghadapi tantangan sosial remaja di era digital.
Tidak hanya berlangsung secara tatap muka, kegiatan ini juga diikuti secara virtual oleh SMA, SMP, dan SLB se-Sulawesi Selatan, termasuk Pokja I TP PKK kabupaten/kota. Partisipasi tersebut diharapkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih bagi anak-anak dan remaja.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan refleksi bersama. Dalam sesi itu, peserta berbagi pengalaman sekaligus merumuskan langkah konkret untuk menerapkan nilai-nilai SEHATI di lingkungan masing-masing.
Selain sesi edukasi utama, Pokja II turut menghadirkan kegiatan kreasi jilbab tie dye menggunakan pewarna alami. Selanjutnya, Pokja III memberikan edukasi etika kepribadian serta menyerahkan tempat sampah pilah dan bibit pohon nangka serta durian Musang King.
Sementara itu, Pokja IV mengedukasi peserta tentang pentingnya konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri sekaligus menyerahkan 500 tablet tambah darah.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum Tim Penggerak PKK, Tri Tito Karnavian, dan Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina Sudirman. Keduanya memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta agar terus membangun karakter positif dan menjauhi perilaku berisiko.
Melalui Program SEHATI, pemerintah, sekolah, dan keluarga diharapkan semakin solid membangun ekosistem pendidikan yang ramah anak dan remaja. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara emosional, sosial, dan spiritual.



