Taruna Ikrar Bawa Konsep ABG , Gerakan Sejuta Pohon dan Kader Keamanan Pangan Berjalan Bersama di sukabumi

SUKABUMI, HALAMANINDONESIA.COM –  1 September 2026 — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. membawa dua pesan besar dalam kunjungan kerjanya ke PT Yakult Indonesia Persada di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026): menjaga keamanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Melalui konsep kolaborasi ABG Academia, Business, Government, Taruna melanjutkan Gerakan Menanam Sejuta Pohon sekaligus memperkuat peran Yakult Lady sebagai Kader Keamanan Pangan.

Bagi Taruna, kesehatan manusia, keamanan pangan, dan kelestarian lingkungan merupakan mata rantai yang saling berhubungan. Karena itu, dalam berbagai kunjungan kerja, ia mendorong tradisi menanam pohon bersama pelaku usaha sebagai simbol sekaligus aksi nyata membangun kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Menjaga pangan berarti menjaga manusia, dan menjaga manusia tidak dapat dipisahkan dari menjaga lingkungan tempat kita hidup. Pohon yang ditanam hari ini adalah investasi kesehatan dan kehidupan bagi generasi yang akan datang,” ujar Taruna Ikrar.

Penanaman pohon di lingkungan PT Yakult Indonesia Persada dilakukan bersama President Director T. Iwamoto, Vice President Director Ryojiro Tawara, Factory Director Yashiharu Suzuki, serta Senior Director/Direktur Public Relations Antonius Nababan, bersama jajaran direksi dan manajemen perusahaan.

Turut hadir para Yakult Lady yang telah menjadi Kader Keamanan Pangan. Keterlibatan mereka menjadi bagian penting dalam pendekatan BPOM untuk memperluas edukasi keamanan pangan hingga semakin dekat dengan keluarga dan masyarakat.

Menurut Taruna, keberadaan Yakult Lady yang berinteraksi langsung dengan konsumen mempunyai potensi strategis sebagai agen edukasi. Pengetahuan mengenai pangan aman dapat diteruskan kepada masyarakat melalui komunikasi sederhana dalam aktivitas sehari-hari, sehingga pesan mengenai keamanan pangan tidak hanya berhenti di ruang regulator maupun industri.

“Pengawasan tidak mungkin hanya dilakukan BPOM. Masyarakat harus menjadi bagian dari ekosistem pengawasan. Kader Keamanan Pangan dapat menjadi mata, telinga, sekaligus penyambung edukasi BPOM di tengah masyarakat,” kata Taruna.

Taruna menjelaskan bahwa konsep ABG Academia, Business, Government merupakan pendekatan kolaboratif untuk memperkuat ekosistem obat dan makanan Indonesia. Academia menghadirkan riset, ilmu pengetahuan, dan inovasi; Business menerapkannya melalui praktik industri yang bertanggung jawab; sedangkan Government memastikan regulasi, pengawasan, fasilitasi, dan perlindungan masyarakat berjalan efektif.

Kolaborasi tersebut, menurut Taruna, juga harus diperluas ke persoalan lingkungan. Industri tidak cukup hanya menghasilkan produk yang memenuhi ketentuan keamanan dan mutu, tetapi juga perlu mengambil bagian dalam pembangunan yang berkelanjutan.

“Industri yang kuat adalah industri yang produknya aman, masyarakatnya terlindungi, dan lingkungannya tetap terjaga. Inilah semangat ABG: tumbuh bersama dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala BPOM dalam kunjungan tersebut didampingi Sekretaris Utama BPOM Irjen Pol. Jayadi, Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Elin Herlina, Staf Khusus Kepala BPOM dr. Wachyudi Muchsin, serta jajaran direktur di lingkungan Kedeputian Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM.

Taruna menilai pendekatan edukasi berbasis komunitas memiliki posisi penting dalam memperkuat perlindungan konsumen. Para Yakult Lady yang berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat dapat menjadi jembatan komunikasi mengenai pentingnya memilih dan mengonsumsi pangan yang aman.

Dengan demikian, konsep Kader Keamanan Pangan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan individu, tetapi diharapkan menciptakan efek berantai. Satu kader dapat menyampaikan pengetahuan kepada banyak keluarga, dan keluarga selanjutnya dapat membangun kebiasaan memilih pangan yang lebih aman.

Gerakan tersebut sejalan dengan pendekatan preventif BPOM: perlindungan masyarakat tidak semata-mata dilakukan ketika ditemukan pelanggaran, tetapi juga melalui peningkatan literasi dan kesadaran masyarakat sejak awal.

Sejuta Pohon, Sejuta Jejak untuk Generasi Mendatang

Gerakan Menanam Sejuta Pohon yang dibawa Taruna dalam berbagai kunjungan kerja menjadi simbol bahwa tugas menjaga kesehatan tidak berhenti pada obat dan makanan. Lingkungan yang sehat merupakan salah satu fondasi bagi kehidupan dan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Taruna berharap penanaman pohon bersama dunia usaha tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gerakan tersebut diharapkan berkembang menjadi budaya kolaborasi yang melibatkan pemerintah, akademisi, industri, komunitas, hingga masyarakat.

“Kita ingin meninggalkan dua warisan sekaligus: masyarakat yang semakin cerdas menjaga keamanan pangan dan bumi yang semakin hijau untuk anak cucu kita. BPOM menjaga obat dan makanan, sedangkan menjaga bumi adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkas Taruna Ikrar.

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *