HALAMANINDONESIA.COM – Harga Bitcoin (BTC) pada hari ini, Sabtu 5 April 2025, tercatat berada di angka $83.343 USD, atau setara dengan sekitar Rp1.331.610.000 (dengan asumsi kurs Rp15.980 per USD). Ini menandai kenaikan sebesar 0,09% dalam 24 jam terakhir.
Prediksi Harga dan Faktor Pemicu
Menurut data dari Binance, harga Bitcoin diprediksi akan terus stabil dan bahkan bisa mencapai Rp1,332 miliar hingga Rp1,333 miliar dalam sepekan ke depan. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif terhadap aset digital sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi global.
Namun, analis juga mengingatkan bahwa ada risiko tekanan turun terhadap harga BTC. Tracy Jin, COO dari MEXC, menyatakan:
“Pasar kripto saat ini berada dalam situasi rentan akibat ketegangan geopolitik dan kebijakan ekonomi AS. Penerapan tarif baru oleh pemerintahan Trump pada 10 April mendatang dapat memperburuk volatilitas di pasar.”
Sinyal Teknis: Waspadai “Death Cross”
Dari sisi teknikal, indikator moving average menunjukkan bahwa Bitcoin berada di ambang membentuk pola “death cross”, yaitu ketika rata-rata pergerakan 50 hari melintasi ke bawah rata-rata 200 hari. Pola ini secara historis sering diartikan sebagai sinyal bearish atau penurunan harga yang signifikan.
Meski demikian, beberapa analis tidak terlalu pesimistis. Sarah Tan, analis teknikal dari TradingView, menyatakan:
“Meskipun ‘death cross’ biasanya dianggap sinyal negatif, pasar Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor makro. Selama investor institusi tetap masuk, penurunan bisa jadi hanya koreksi sehat sebelum naik kembali.”
Kesimpulan
Meskipun harga Bitcoin hari ini menunjukkan performa yang kuat di atas Rp1,3 miliar, investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi dalam beberapa hari ke depan. Pergerakan global, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik, akan sangat menentukan arah selanjutnya dari aset kripto terbesar ini.
