Universitas Wira Bhakti Raih Juara 3 Nasional Produk Kosabangsa 2025, Angkat Daya Saing Hortikultura Desa Padanglampe

MAKASSAR, BERITA-SULSEL.COM – Universitas Wira Bhakti kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun 2025, kampus tersebut berhasil meraih Juara 3 Produk Kosabangsa Terbaik Tahun 2025.

Pengumuman pemenang berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar pada Kamis (19/6/2026). Dalam ajang tersebut, Juara 1 diraih Universitas Diponegoro, Juara 2 Universitas Indonesia, sedangkan Universitas Wira Bhakti menempati posisi ketiga nasional.

Prestasi itu diraih melalui program berjudul “Akselerasi Daya Saing Tanaman Hortikultura Desa Padanglampe Melalui Diversifikasi Produk dan Pemasaran.”

Program tersebut diketuai oleh Hadriana Hanafi, SE., MM., dengan anggota Dr. Ir. Abdul Haris, ST., SE., M.Si., dan Masriani Mahyuddin, SE., M.Acc. Sementara itu, tim pendamping dipimpin Prof. Dr. Ir. Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi, MP., bersama anggota Dr. Urai Suci Yulies Vitri Indrawati, SP., MP., dan Dr. Komariyati, SP., MP.

Rektor Universitas Wira Bhakti, Dr. Ir. Abdul Haris, ST., SE., M.Si., menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan masuk dalam tiga besar nasional menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika kampus.

“Prestasi ini merupakan kebanggaan besar bagi seluruh civitas akademika Universitas Wira Bhakti. Tim kami mampu masuk dalam jajaran tiga terbaik nasional dan sejajar dengan perguruan tinggi besar lainnya, yakni Universitas Diponegoro dan Universitas Indonesia,” ujarnya kepada media, Sabtu (20/6/2026).

Lebih lanjut, Abdul Haris menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa Universitas Wira Bhakti memiliki kapasitas, kreativitas, dan daya saing dalam menghasilkan program pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata.

Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar prestasi kelembagaan. Sebaliknya, keberhasilan itu menunjukkan bahwa perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi konkret untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Ini menunjukkan bahwa kampus kami memiliki kapasitas, kreativitas, dan daya saing dalam menghasilkan produk pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat,” katanya.

Dorong Nilai Tambah Hortikultura Desa

Abdul Haris menjelaskan bahwa Program Kosabangsa Universitas Wira Bhakti berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat Desa Padanglampe melalui pengembangan sektor hortikultura.

Karena itu, tim pelaksana melakukan pendampingan kepada masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Selain mengembangkan diversifikasi produk, program tersebut juga memperkuat strategi pemasaran agar produk lokal memiliki daya saing lebih tinggi.

“Program Kosabangsa ini sangat strategis karena tidak hanya berhenti pada pendampingan, tetapi juga mendorong diversifikasi produk dan penguatan pemasaran. Artinya, hasil pertanian masyarakat dapat memiliki nilai tambah, lebih kompetitif, dan membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru. Di sisi lain, mereka juga mendapatkan keterampilan untuk mengelola potensi desa secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Kosabangsa Perkuat Kolaborasi Kampus dan Masyarakat

Kosabangsa merupakan singkatan dari Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat, yakni program pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Program ini menjadi wadah kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mengembangkan serta menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian. Namun, kampus juga hadir sebagai mitra strategis masyarakat dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Secara khusus, Kosabangsa diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat, meningkatkan ekonomi lokal, mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna, serta memperluas kemandirian masyarakat.

Selain itu, program ini melibatkan tim pelaksana dan tim pendamping dari berbagai perguruan tinggi. Pola kolaboratif tersebut memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan, penguatan kapasitas kelembagaan, serta pendampingan berkelanjutan.

Berdampak pada Ekonomi dan Kemandirian Desa

Berdasarkan laporan akhir program, Universitas Wira Bhakti mencatat sejumlah dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Padanglampe.

Dampak tersebut antara lain peningkatan kemandirian ekonomi warga, penguatan kapasitas kelembagaan lokal, serta terbukanya peluang usaha baru di desa. Selain itu, integrasi teknologi dan manajemen modern dinilai mampu mengoptimalkan potensi desa sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja baru.

Tidak hanya itu, proses pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan turut menumbuhkan budaya inovasi dan meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap program yang dijalankan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat juga memperkuat solidaritas sosial. Pada saat yang sama, warga semakin percaya diri dalam mengelola sumber daya lokal secara mandiri.

Abdul Haris menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan ekonomi jangka pendek. Sebaliknya, program itu membangun fondasi kesejahteraan masyarakat yang lebih berkelanjutan.

“Atas nama pimpinan universitas, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang telah bekerja keras, berkolaborasi, dan menjaga nama baik Universitas Wira Bhakti,” ujarnya.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika Universitas Wira Bhakti untuk terus memperkuat riset terapan, inovasi produk, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat riset terapan, inovasi produk, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan,” tutupnya.

banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *