JAWA TENGAH, HALAMANINDONESIA.COM – Upaya memutus mata rantai keterbatasan akses pendidikan tinggi di kawasan daerah terus bergulir. Langkah nyata ini terlihat saat Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, memimpin delegasi daerah melakukan kunjungan benchmarking ke Universitas Harkat Negeri (UNH) di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Langkah strategis tersebut menjadi bagian penting dari pematangan tata kelola, penguatan kelembagaan, serta penyusunan kurikulum bernilai guna tinggi. Selama ini, para pemuda di Luwu Utara harus merantau melintasi batas daerah hanya untuk mengejar selembar ijazah perguruan tinggi. Kehadiran kampus baru di tanah kelahiran tentu mampu menghapus jarak sosial dan ekonomi tersebut secara bertahap.
Pertemuan hangat di Tegal tersebut mempertemukan Bupati Andi Abdullah Rahim dengan Rektor UNH, Dr. Sudirman Said. Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014–2016 itu kini mendedikasikan pemikirannya pada panggung akademik. Diskusi dinamis tersebut menyentuh sisi fundamental mengenai transformasi perguruan tinggi sebagai jembatan pengabdian sosial yang nyata bagi masyarakat luas.
Pendirian POLTEKIS dan Investasi Masa Depan
Dalam momen yang sama, kedua pihak meresmikan kerja sama melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Kesepakatan strategis ini memayungi komitmen percepatan pendirian Politeknik Teknologi dan Inovasi (POLTEKIS) Luwu Utara. Kemitraan tersebut hadir untuk membangun benteng pendidikan yang inklusif, akuntabel, dan berakar kuat pada realitas sosial daerah.
Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa pendirian kampus ini merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang. Pembangunan sumber daya manusia (SDM) membutuhkan visi yang menjangkau dua dekade ke depan, melampaui sekat-sekat administratif kepemimpinan politik harian.
“Pendirian perguruan tinggi ini kita arahkan sebagai investasi sumber daya manusia untuk mempersiapkan generasi Luwu Utara dalam 20 tahun ke depan. Kampus yang dibangun harus memiliki program pendidikan yang relevan dengan potensi daerah dan kebutuhan dunia kerja,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Gagasan ini berdasar pada keinginan kuat untuk merangkul talenta lokal yang tersebar di pelosok desa agar memperoleh kesempatan berkembang yang setara. Visi kampus inklusif ini menyatu dengan nilai moral serta etika kepemimpinan yang kokoh. Pendekatan tersebut menjadi fondasi utama agar pendidikan ilmu pengetahuan senantiasa relevan dengan tantangan zaman.
Komitmen Nyata untuk Akar Rumput
Sementara itu, Dr. Sudirman Said mengapresiasi keberanian dan komitmen Pemkab Luwu Utara dalam mengawal agenda besar ini. Pembangunan institusi pendidikan memang memerlukan daya tahan dan ketajaman visi karena buah manisnya baru terpetik oleh generasi mendatang.
“Tidak semua kepala daerah memiliki perhatian yang sama terhadap pembangunan perguruan tinggi karena manfaatnya memang tidak langsung terlihat dalam satu periode pemerintahan. Namun, apa yang dilakukan Bupati Luwu Utara menunjukkan adanya visi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia,” ungkap Sudirman Said.
Sebagai bentuk pengawalan konkret, Dr. Sudirman Said menyatakan kesiapannya untuk melakukan kunjungan balasan ke Luwu Utara dalam waktu dekat. Kehadiran beliau secara langsung bertujuan meninjau dari dekat seluruh aspek persiapan operasional POLTEKIS, sehingga setiap langkah ikhtiar ini benar-benar berdampak langsung pada masyarakat di akar rumput.










