GOWA, HALAMANINDONESIA.COM — Universitas Wira Bhakti Makassar secara resmi melaksanakan pembekalan dan pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Kuliah Kerja Profesi (KKP) Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 29–30 Desember 2025.
Sebanyak 189 mahasiswa diterjunkan ke Kabupaten Gowa, terdiri atas 165 mahasiswa KKN dan 24 mahasiswa KKP. Mereka akan melaksanakan program pengabdian masyarakat di tiga kecamatan, yakni Tinggimoncong, Parangloe, dan Parigi.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wira Bhakti Makassar, Dr. Muh. Asdar, SE., MM., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik rutin, melainkan sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam menjawab persoalan nyata di masyarakat.
“KKN merupakan jembatan antara dunia akademik dan realitas sosial. Mahasiswa diharapkan hadir sebagai agen perubahan sekaligus pemberi solusi di tengah masyarakat,” ujar Asdar.
Ia menjelaskan, para peserta akan tersebar di 19 posko secara proporsional. Rinciannya, 66 mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Tinggimoncong, 54 mahasiswa di Kecamatan Parangloe, dan 45 mahasiswa di Kecamatan Parigi, ditambah 24 mahasiswa KKP yang menjalankan program profesi.
Asdar juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga etika akademik, menjunjung tinggi kearifan lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat.
Program kerja yang dijalankan diharapkan menyentuh sektor strategis, seperti ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kualitas pendidikan, sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Sementara itu, Rektor Universitas Wira Bhakti Makassar, Dr. Ir. Abdul Haris, ST., SE., M.Si, menyampaikan bahwa KKN merupakan bagian integral dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, melalui KKN mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial. Berbagai kegiatan seperti bimbingan belajar, penyuluhan, serta pengenalan teknologi diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan.
“Kuliah kerja nyata melatih mahasiswa untuk mengamati, memahami, dan membantu menyelesaikan persoalan desa. Proses ini membentuk kepedulian sosial dan kemampuan manajerial mahasiswa di lapangan,” ujarnya.
Dengan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, Universitas Wira Bhakti Makassar berharap program KKN-KKP ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi pembangunan Kabupaten Gowa.





